Disdik Jabar Bikin Aturan Sendiri: Audiensi Harus Ada Izin Polisi, Dasarnya Apa?

AGARA NEWS

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026 - 23:41 WIB

5070 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG  – Sikap aneh ditunjukkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Audiensi dan silaturahmi yang diajukan rekan-rekan media ditolak dengan alasan harus ada surat pemberitahuan dari Kepolisian.

Kebijakan tersebut menuai tanda tanya besar dan dianggap mengada-ada. Pasalnya, audiensi bukanlah aksi unjuk rasa.

“Kayak yang mau demo aja ke Disdik Jabar harus lapor dulu ke polisi, kan ini mah mau audiensi bukan mau demo,” ujar salah satu rekan media di grup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesuai aturan, yang wajib memberitahukan kepada kepolisian adalah aksi unjuk rasa di muka umum sebagaimana diatur dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Sementara audiensi adalah pertemuan resmi di dalam kantor untuk silaturahmi dan koordinasi, tidak ada kewajiban lapor polisi.

Rekan-rekan media mempertanyakan, apa hubungannya media dengan kepolisian dalam konteks silaturahmi? Media adalah mitra kerja Disdik yang dilindungi UU Pers No 40 Tahun 1999 dan sebagai pelaksana fungsi kontrol sosial anggaran pendidikan.

“Buat aturan yang mengharuskan itu, dasarnya apa? Apa hubungannya media dengan kepolisian. Ini hanya silaturahmi dan ingin mengenal satu sama lain lembaga pendidikan Provinsi Jawa Barat,” tegasnya.

Sikap Disdik Jabar yang terkesan alergi dengan media massa ini akhirnya memicu reaksi. Ketua Jawa Barat, Eddy S, menginstruksikan aksi silaturahmi langsung sebagai shock therapy.

“Sebagai bahan informasi buat rekan-rekan, besok kita action di Disdik Jabar Kamis, 1 Oktober 2026, jam 10 pagi. Terkait penolakan audiensi yang mengharuskan ada surat pemberitahuan dari kepolisian ini jelas patut kita pertanyakan dengan tegas,” ujar Eddy S dalam pesan di grup, Selasa (30/9) malam.

“Satu komando buat besok kita action sedikit buat shock therapy kita datangi langsung. Mangga yang siap besok hadir, saya Ketua Jabar menunggu kekompakannya,” tambahnya.

Aksi tersebut rencananya akan tetap dilakukan secara damai sebagai bentuk silaturahmi akbar wartawan se-Jawa Barat ke Disdik Jabar untuk mempertanyakan keterbukaan informasi.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat belum memberikan keterangan resmi terkait penolakan audiensi tersebut.

(*)

Berita Terkait

Aksi Mahasiswa Bandung di Dago Desak Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Penuntasan Pelanggaran HAM
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Apresiasi Kompol Suroyoto, Agus Kliwir : Integritas Polri Kunci Kepercayaan Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Aksi Unjuk Rasa Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berlangsung Tertib, Pelajar Tidak Terlibat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:47 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Pengurus Pusat Aktivis Peduli Lingkungan Tolak Rencana Eksplorasi Blok Elang PT AMNT, Soroti Partisipasi Publik dan Dominasi Tenaga Kerja Luar Daerah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:56 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Menghimbau Lahan Gambut Saatnya Dijadikan Pertanian Perkebunan Bukan Dibakar Ironis!!!

Senin, 28 September 2026 - 11:00 WIB

Kalapas Cibinong Dinonaktifkan, Aktivis Nasional : Bukti Komitmen Menteri Imipas Agus Andrianto Tegakkan Disiplin di Imipas

Minggu, 20 September 2026 - 16:49 WIB

Rakerwil I PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Sukses Terlaksana

Kamis, 17 September 2026 - 10:12 WIB

Tak Sekadar Padamkan Api, Pangdam VI/Mulawarman Siapkan Strategi 3 Fase Tangani Karhutla

Berita Terbaru