Soroti Ketimpangan Lahan, Gubernur Papua Barat Daya: Tambang di Papua Banyak Milik Jenderal

AGARA NEWS

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 19:11 WIB

50273 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SORONG – Penjabat Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu melayangkan kritik tajam terkait kondisi penguasaan lahan di wilayah Papua yang dinilai telah merugikan masyarakat adat setempat. Pernyataan tersebut disampaikan secara terbuka di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam acara PAPEDA Summit pada Rabu, 2 September 2026.

Dalam paparannya, Elisa mengungkapkan keprihatinannya mengenai minimnya kepemilikan lahan oleh penduduk asli Papua di tanah mereka sendiri. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar hutan dan lahan di Papua saat ini telah dikuasai oleh pihak-pihak dari luar daerah, termasuk kalangan konglomerat dan oknum yang memiliki latar belakang militer. Kondisi ini membuat masyarakat Papua seolah hanya menjadi penyewa atau “pengontrak” di atas tanah leluhurnya sendiri.

Elisa menyoroti fenomena ketimpangan ekonomi dan akses lahan yang terjadi saat pembangunan proyek maupun pengelolaan sumber daya alam. Ia memberikan contoh pada sektor pertambangan, di mana ketika dilakukan penelusuran kepemilikan, izin lahan justru banyak dipegang oleh pengusaha maupun jenderal dari Jakarta. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai masa depan hutan Papua yang dinilai kian terancam habis akibat eksploitasi yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kehadiran negara dalam melakukan perlindungan hukum yang lebih cepat bagi masyarakat adat terkait sengketa tanah. Elisa mendesak agar pemerintah pusat memberikan perhatian serius dan mempercepat proses legalitas tanah masyarakat adat sehingga rakyat Papua memiliki ruang dan proteksi yang lebih jelas dalam menjaga hak atas tanah mereka.

Selain isu lahan, dalam forum tersebut Elisa juga sempat menyinggung dinamika hubungan antara daerah dengan pemerintah pusat. Ia menekankan perlunya transparansi dan kejujuran dalam memandang realitas di daerah agar pembangunan bangsa dapat berjalan lebih maju dan adil bagi seluruh wilayah di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Dukungan Langkah Tegas Menteri Imipas Agus Andrianto, Audit Remisi PB
Kemenimipas Sanksi 1.163 Pegawai dan 124 Diberhentikan Tidak Hormat, Menteri Agus Andrianto Buktikan Penertiban Imipas Dilakukan Terbuka dan Tegas
Aktivis Nasional : Ombudsman Sangat Keliru, Ternyata Bangunan di Lapas Cibinong Itu Rumah Dinas, Bukan Sel Mewah!
FAME Indonesia Gandeng 24 Universitas Indonesia, Bangun Jejaring Akademik di Vietnam
VIRAL! Bedah Buku Internasional UI: Karya Mahasiswa S2 Gizi FKM USU Ditetapkan Sebagai Referensi Akademik Banyak Terima Hadiah Atas Prestasinya
Resmi Dibuka, Ini Fokus Utama Rapimnas PII 2026 di Jakarta
Aksi Mahasiswa Bandung di Dago Desak Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Penuntasan Pelanggaran HAM
September Hitam, Rafly Jatilukito Serukan Aksi Damai dan Bermartabat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:59 WIB

Banjir Kuning I Tak Kunjung Tuntas, Sukri Win Bangsu Sentil Wakil Rakyat Dapil II yang Dinilai Absen Saat Warga Kesulitan

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Sejumlah Kalangan Mendesak Aparat Penegak Hukum Bongkar Dugaan Setoran Fee Proyek Revitalisasi Sekolah SDN-SMP Negeri 2026 di Aceh Tenggara

Selasa, 22 September 2026 - 09:21 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 56 Perkara di Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara

Rabu, 16 September 2026 - 08:40 WIB

Rudi Tarigan Apresiasi Kapolres Agara Perang Narkoba, Masyarakat Diminta Berani Melapor

Minggu, 13 September 2026 - 15:35 WIB

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:52 WIB

BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian

Berita Terbaru